Guidelines Memesan Tiket Murah Airasia: Freeseat dan Marketing Gimmick



Petunjuk ini saya tulis sebagai ungkapan agar rekan-rekan berhati-hati dalam memesan tiket murah di Airasia (AA). Sebagai catatan, guidelines ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang lebih utuh tentang praktek LCC (low cost carriage) dengan konsekuensinya.



Saya sering menemui keluhan penumpang lain ketika mencoba AA. Salah satu sumber yang disalahkan menurut saya adalah Terms dan Conditions (Syarat dan Ketentuan AA) yang tidak diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia sehingga membingungkan calon penumpang dan pemesan tiket. Satu hal yang cukup menganggu adalah juga tidak munculnya FAQs (Frequently Asked Questions) di situs AA Indonesia –diakses per 23 Nov 2009 11:32 PST sehingga pertanyaan yang praktis dan sangat berguna menjadi tidak terjawab. AA Indonesia mengandalkan Call Center untuk menghandel pertanyaan kustomer yang sebenarnya sudah tersedia secara jelas di website. Ini saya katagorikan sebagai MENGABAIKAN kustomer yang mempunyai keterbatasan berbahasa Inggris yang biasanya muncul dalam bahasa kontrak yang mbulet alias rumit dan butuh pemahaman lebih,



Perlu ditegaskan, saya adalah kustomer setia dan tidak pernah kecewa dengan AA. Ini sebagai sharing untuk berpikir jernih sebelum memesan tiket dan siap dengan pertanggungjawabannya.



1. Pada Budget Flight, salah satu strategi marketing adalah ‘impulsive’ yakni calon penumpang tertarik dan segera memesan dalam waktu yang terbatas, dan jumlah kursi yang dibatasi. Calon penumpang menjadi berlomba-lomba untuk memesan dan terkadang tidak membuat pertimbangan matang. Konsekuensinya adalah jika jadwal kita bergeser maka biaya penggantian nama, skedul dan fee admin menjadi sumber pemasukan AA berikutnya.



2. AA adalah perusahaan internasional dengan operator di tingkat negara dengan kondisi dan kualitas yang berbeda. Terdapat 3 operator, yakni Malaysia (AK), Indonesia (QZ), Thailand (FD) dan khusus Airasia X (D7) yang menangani penerbangan jarak jauh (long haul). Ini juga dipahami bahwa walaupun websitenya dalam satu portal tetapi kebijakan tarip, pajak, biaya tambahan dll di lapangan dan praktik adalah bergantung pada masing2 negara. Jadi pelajari tiket, siapa yang mengeluarkannya. Jika rute pesawat adalah Jakarta-Singapura maka operatornya adalah AA Indonesia (QZ), sedangkan rute Jakarta-Phuket adalah dioperasikan oleh AA Thailand (FD).



3. Pada masa SALE, tiket dijual dengan ketentuan2 tertentu yang mengikat. Salah satunya yang sering dipakai adalah tidak bisa direfund. Pembatasan ini membuat pemesan tiket yang udah beli tapi tidak bisa berangkat memilih menghanguskan tiket atau mengganti pada hari lain yang fleksibelitasnya kurang. Fenomena hangus tiket ini juga diindikasikan karena harga yang murah ataupun ketidak mauan penumpang untuk membayar biaya fee. Jika misalnya harga tiket (inc tax) adalah Rp 100ribu, sedangkan ongkos penggantian adalah Rp 150ribu, maka penumpang ditempatkan pada pilihan sulit. Karena itu teliti dahulu syarat ketentuan pada periode penjualan sale.



4. Processing Fee Service adalah tarip pemesanan yang dibebankan pada penumpang yang memesan TIDAK melalui onlen. Termasuk fee untuk refund (pembayaran kembali), infant (anak-anak), change flight/name (ganti nama atau penerbangan) plus layanan itu sendiri (Service). AA juga menarik RM100/GBP20 untuk penggantian nama dan penerbangan yang dilakukan via internet. Misalnya, saya mempunyai tiket KL-London ingin merubah jadual penerbangan. Dengan onlen saya dikenai RM100 sedangkan jika lewat Call Center/Kanto Perwakilan/Kantor Penjualan saya dikenai service RM 30, menjadi RM130. Secara umum perubahan di tiket akan lebih murah melalui onlen walaupun tetap dikenai biaya tambahan. Besarnya processing fee ini juga cukup membingungkan karena didasarkan pada masing2 operator (baca nomer2 diatas).



5. Pada penjualan FREESEAT atau tiket gratis, adalah metode iklan yang cenderung mislead. Gratis disini adalah tidak termasuk pajak dan biaya tambahan lainnya walaupun dalam harga ditulis Rp. 0 tetapi pada akhir transaksi penumpang tetap membayar dengan tarip yang disebut sangat murah. Di Eropa, praktek Freeseat ini mendapat kritik pedas ketika Ryanair memasarkan strategi yang sama. Pihak Badan Pengontrol Iklan (Advertising Standard Authority) di Inggris akhirnya melarang iklan ini. AA sendiri memanfaatkan lemahnya kontrol pengawas media di Malaysia dan Asia khususnya untuk meloloskan Kampanye Freeseat ini.

Dalam keterangan pers 7 Januari 2004, Menteri Urusan Konsumen dan Penjualan Domestik, Tan Sri Muhyiddin Yassin dengan pihak Manajemen AA diwakili Direktorat Hukum Abdullah Nawawi Mohamad menyatakan tidak ada masalah misinterpretasi dan tidak ada unsur kesengajaan pada penjualan tiket murah. Dalam pernyataan yang sama, AA berargumen bahwa praktik ini juga dipakai oleh maskapai budget terdahulu seperti EasyJet, RyanAir dan Virgin Blue. Dalam hal ini rupanya AA tidak memberikan tambahan penjelasan bahwa praktek Freeseat tsb sudah dilarang di Eropa sejak November 2006 dan ditinggalkan di Australia. Gratis TIDAKSAMADENGAN murah.



6. Biaya Kemudahan ataupun Convenience Fee. Terhitung mulai 2 Nov 2009, AA menerapkan Biaya Kemudahan ini pada SEMUA transaksi dengan menggunakan kartu kredit, kartu debit atau kartu charge. Biaya ini dimasukkkan per orang per rute jalan ketika pemesanan. Yang cukup mengherankan adalah AA tidak menerapkan Biaya Kemudahan ini pada kartu debit langsung (Direct Debit -bukan kartu debit Mastercard atau debit Visa). Besarnya antara SGD$5 hingga RM5. Jadi memesan tiket untuk 3 orang rute Singapura-Jakarta pp maka bersiap untuk membayar biaya tambahan sebesar SGD5 x 3 x 2 menjadi SGD30 dengan menggunakan kartu kredit.



7. Mewaspadai Pajak Bandara (Airport Tax) tidak termasuk dalam harga tiket. Di Indonesia, tiap bandara juga menerapkan tarip berbeda antara domestik dan internasional. Untuk Jakarta, domestik bertarip 40ribu dan internasional adalah 150ribu. Sedangkan di Yogyakarta berlaku 25ribu dan 150ribu. Sedangkan bandara di Cambodia menerapkan USD$25. Malaysia sendiri menerapkan pada rute2 tertentu, yang biasanya adalah operator Airasia X. Misalnya Taipei-Malaysia atau London-Malaysia.

8. Bagasi Supersize dan ketentuannya. Semua penerbangan AA adalah mendapatkan free bagasi tangan maksimum 7kg. Tetapi jika punya bagasi tas (checked baggage) maka calon penumpang harus membayar berdasarkan tingkatan beratnya. AA menerapkan dua system yakni pembayaran lewat pre-book dengan onlen dan pembayaran di konter ketika check in. Secara umum prebook online lebih murah daripada lewat bandara. Proses menambahkannya pun hanya cukup menggunakan Manage My Booking dan akan muncul dalam pembayaran terpisah. Pembayaran di bandara, jatuhnya sangat mahal jika bagasi itu diatas 15kg karena dihitung kelebihan bagasi (excess baggage) yang dihitung per kilo (lihat kolom Services Charges). Dalam FAQs di situs AA dijelaskan ukuran dan berapa banyak bagasi baik untuk bagasi tangan ataupun bagasi cek. (note: again, ngga diterjemahkan oleh AA).



9. Salah satu yang dijual oleh AA adalah Pick A Seat, yaitu kemampuan untuk MEMILIH nomor tempat duduk. Apakah jika kita memesan tiket itu tidak otomatis mendapatkan kursi? Ini yang sepertinya dieksploitasi oleh AA dalam melihat perilaku penumpang khususnya Indonesia. Betapa jelas terlihat ketika kita berebut boarding menuju pesawat, seperti halnya naik kereta ketika Lebaran. Pick Seat ini dijual dalam dua katagori, yakni Standard dan Hot Seat. Katagori Hot seat nampaknya adalah beberapa baris yang dekat dengan pintu darurat. Sesungguhnya semua penumpang telah ditempatkan tempat duduk, terutama jika sudah melakukan check in.

Penumpang merasakan khawatir jika tidak bisa duduk sejajar dengan pacar atau istri misalnya. Pick A Seat adalah semacam garansi bisa DUDUK BERSAMA terutama jika pemesan itu bersifat grup keluarga. Bagi pejalan yang sendirian, rasanya membeli garansi ini tidaklah perlu. Untuk mengalahkan Pick A Seat tanpa mengeluarkan biaya adalah dengan melakukan cek in secara dini. AA menyediakan waktu hingga 2 hari-4jam sebelum penerbangan dengan metode cek in lewat hape (Mobile Check In), Mesin Cek In (Kiosk).



10. Perlukah membeli asuransi penerbangan GoInsure atau tidak. Asuransi di AA juga tergantung pada masing2 operator per Negara. Malaysia adalah Multi-Purpose Insurans Bhd, Thailand adalah Krungthai Panich Insurance Co. Ltd (www.kpi.co.th), Indonesia -PT. Asuransi Dayin Mitra, Tbk, Singapura -EQ Insurance Company Limited (www.eqinsurance.com.sg), China Shenzen adalah The Ming An Insurance Co. Ltd, dan China Macau adalah Asia Insurance. Pertimbangan untuk mengambil asuransi ini didasarkan pada kemungkinan pembatalan, penurunan kualitas, kerusakan bagasi, ataupun penundaan penerbangan. Jumlah dan besaran bervariasi dari pembayaran RM6 untuk domestik Malaysia. Yang agak mengherankan adalah GoInsure untuk Indonesia, Syarat dan Ketentuannya mengacu pada Malaysia, yakni untuk Internasional/Domestik ditangani AIG untuk one way, sedangkan yang return (pp) ditangani Multi Purpose Insurans. Ini cukup membingungkan terutama bagi penumpang yang belum pernah mencoba AA dan mengalami kesulitan memahami siapa dan pihak mana untuk berurusan masalah asuransi jika terjadi klaim.



Petunjuk diatas ini, semata-mata untuk memberikan pemahaman apa saja yang perlu dipikirkan ketika memesan tiket. Juga agar mempersiapkan diri jika terjadi hal-hal diluar dugaan ataupun merasakan biaya yang tersembunyi. Guidelines ini juga membatasi pada layanan tiket murah berikut produk terkait, dengan tidak memperhatikan AA byproduct lain seperti GoHostel dan GoHoliday.


Semoga bermanfaat.

Comments

k8uesd6bay said…
Before you begin half in} any game at an internet on line casino, make sure you|ensure you|be positive to} have set a budget and a time limit. This applies even when you're up} profitable, as we all 코인카지노 know that no profitable streak lasts endlessly. The game was banned outright, end result of|as a result of} of} Napoleon Bonaparte’s new rule in 1806, people had been solely allowed to participate in this exciting game of chance at the Palais Royale. When it involves the origins of this exciting on line casino game, no one is entirely positive of its actual origins. However, it’s believed by many who French physicist Blaise Pascal kickstarted what’s known right now as on line casino roulette. His attempt at making a perpetual motion machine was far from successful but paved finest way|the way in which} for one of the most popular gambling games to be found on-line.